REVOLUSI INOVASI GLOBAL DAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI

25 July 2012 Leave a comment

Semakin besarnya kebutuhan dalam mengolah laju informasi yang semakin banyak dan cepat, memaksa perusahaan untuk tetap terus melakukan inovasi di bidang teknologi informasinya. Informasi-informasi yang ada harus segera diolah dan dikembangkan agar perusahaan dapat tetap menjaga dan meningkatkan performa bisnisnya.

Teknologi informasi merupakan sebuah katalisator untuk perubahan yang saling melengkapi, yang memicu inovasi-inovasi baru yang saling melengkapi dalam proses bisnis, seperti menemukan cara baru untuk meraih pelanggan, dan cara baru untuk berkomunikasi dengan pemasok. Perubahan ini memiliki efek jangka panjang pada kemampuan perusahaan itu sendiri dalam menciptakan barang dan jasa.

REVOLUSI INOVASI TEKNOLOGI INFORMASI

Menurut Erik Brynjolfsson, Direktur dari MIT Center untuk Bisnis Digital dan Schussel Family Professor di MIT Sloan School of Management, teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk merintis sebuah revolusi inovasi baru secara keseluruhan, berdasarkan pada cara perusahaan dalam mengukur (measurement), melakukan uji coba (experimentation), berbagi (sharing) dan mereplikasi (replication)proses bisnis. Dimana keempat hal tersebut, masing-masing mempunyai peran yang penting, dan saling memperkuat satu sama lain. Seperti peningkatan pada pengukuran akan membuat eksperimentasi jauh lebih berharga, dan akan menjadi lebih berharga lagi jika hasil tersebut dapat dibagikan ke lokasi lain. Dan, pada akhirnya, jika hasil tersebut penting, dapat direplikasi ke lokasi lain.

Pengukuran (Measurement)

Teknologi informasi dapat digunakan untuk mengukur apa yang perusahaan telah lakukan. Dimana informasi yang dihasilkan dapat digunakan oleh perusahaan agar dapat memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang pelanggan, proses bisnis, kualitas produk, dan kelemahan-kelemahan dalam rantai pasokannya.

Uji Coba (Experimentation)

Keuntungan dari uji coba yang menggunakan teknologi informasi adalah perusahaan bisa mendapatkan sebuah hubungan sebab akibat (causality) yang tidak bisa ditemukan dengan hanya melakukan pengukuran dan observasi murni. Sehingga perusahaan dapat memiliki pengetahuan untuk segera ditindaklanjuti tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam bisnisnya dan melihat perbedaan-perbedaan dari inovasi yang telah dilakukannya.

Berbagi (Sharing)

Perusahaan kini tidak hanya dapat berbagi data, tapi juga berbagi wawasan. Inovasi dalam berbagi dibutuhkan oleh perusahaan agar lebih efektif dalam berbagi informasi. Internet dan teknologi informasi yang dirancang secara unik untuk memenuhi kebutuhan dalam berbagi dapat memudahkan perusahaan, sehingga setiap orang tidak harus selalu bertatap muka dan menggunakan printer atau kertas secara berlebihan dalam berbagi informasi.

Replikasi (Replication)

Teknologi informasi akan membuatnya menjadi jauh lebih mudah untuk mereplikasi dan meningkatkan proses bisnis setelah teridentifikasi. Ketiga perubahan sebelumnya (measurement, experimentation, sharing), membantu perusahaan dalam menemukan dan berbagi, tapi kemudian teknologi informasi memungkinkan untuk mengambil, meningkatkan proses bisnis tersebut dan menyalinnya berkali-kali.

CASE STUDY

Peran Teknologi Informasi

Teknologi informasi mempunyai kontribusi yang cukup berpengaruh terhadap keberhasilan suatu bisnis. Peningkatan pencapaian dan produktivitas perusahaan akan lebih optimal jika perusahaan dapat mengontrol dan melakukan inovasi pada proses bisnisnya. Jika dilihat berdasarkan teorinya Erik, teknologi informasi mempunyai peranan penting bagi perusahaan dalam melakukan inovasi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, perusahaan tidak hanya dapat mengontrol dan melakukan inovasi, bahkan dapat menekan biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam mengukur, bereksperimen, berbagi dan mereplikasi informasi pada proses bisnisnya dalam jangka panjang.

Seperti pada penggunaan teknologi informasi yang digunakan oleh perusahaan perbankan, mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi produktivitasnya, terutama dalam meningkatkan pelayanan. ATM 24 jam yang tersedia, memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi atau mengambil uang kapanpun dan dimanapun tanpa harus datang langsung dan menunggu antrian di bank.

Pendekatan Replikasi

Dalam artikelnya, Erik menggunakan CVS (perusahaan ritel obat-obatan di US) sebagai salah satu contoh perusahaan yang menggunakan teknologi replikasi. CVS menerapkan peningkatan proses bisnis pemesanan resep obat di salah satu apotek, dimana hasilnya meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan. Proses bisnis tersebut dikembangkan dengan menggunakan sistem teknologi informasi, dan kemudian direplikasi ke 4,000 apotek lain di 4,000 toko CVS lainnya dalam setahun.

Perusahaan-perusahaan manufaktur dan perbankan juga menggunakan teknologi informasi khususnya replikasi pada proses bisnisnya. Pepsi Cola, salah satu perusahaan manufaktur makanan dan minuman, telah menggunakan teknologi informasi pada proses bisnisnya. Teknologi informasi dimanfaatkan untuk meningkatkan proses produksi dari produk-produknya. Sehingga output produksi yang telah direplikasi meningkat sebesar dua atau bahkan sepuluh kali lipat jika dibandingkan tanpa menggunakan teknologi informasi.

Perusahaan perbankan yang menggunakan sistem aplikasi transaksi juga mereplikasi informasi secara terintegrasi. Teknologi informasi yang telah dikembangkan memungkinkan perusahaan melakukan otomatisasi replikasi hanya dengan melakukan input data. Penggunaan jaringan LAN dan aplikasi yang berbasis web memungkinkan perusahaan mereplikasi informasinya ke lokasi lain. Sehingga dengan adanya teknologi informasi ini, efisiensi waktu, tenaga dan biaya dapat lebih di optimalkan.

Keunggulan Kompetitif Teknologi Informasi

Selain teori yang disampaikan oleh Erik, ada beberapa cara yang dapat dipergunakan perusahaan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan bisnisnya. Pada artikel yang berjudul “Building Strategic Advantage Through IT”, Daniel W. Rasmus mengutarakan bahwa ada delapan cara untuk mencapai keunggulan strategis dan kompetitif dengan menggunakan teknologi informasi.

Process Automation

Proses otomatisasi ini bertujuan untuk menghilangkan biaya dan menciptakan data yang memberikan wawasan ke dalam struktur biaya dan proses bisnis.

Collaboration and Unified Communications Technology

Menghubungkan organisasi secara virtual, sehingga dapat mendorong inovasi, menjaga hubungan, dan mengeksekusi pada perbaikan operasional yang menghasilkan peningkatan produktivitas. Komunikasi terpadu menciptakan infrastruktur komunikasi tunggal, mengurangi biaya untuk peningkatan Private Branch Exchange (PBX) sambil menyediakan pekerja informasi dengan peningkatan produktivitas melalui inbox terpadu dan aturan yang membantu mereka dalam mengelola interupsi.

Security for the Extended Enterprise

Teknologi keamanan diperlukan untuk menjaga properti intelektual dan rahasia dagang perusahaan secara aman dan untuk menyimpan informasi pribadi tentang karyawan dan pelanggan.

Virtualization

Virtualisasi mengurangi biaya untuk hardware, meningkatkan pengujian dan penyebaran perangkat lunak, mengurangi penggunaan energi, ruang dan waktu, dan meningkatkan fleksibilitas investasi perangkat keras (hardware).

Managed Mobility

Pengelolaan mobilitas berhasil mendorong data-data kebijakan pemerintahan ke dalam jaringan tanpa secara signifikan mempengaruhi kinerja perangkat-perangkatnya untuk telepon atau kolaborasi.

Document Management Styles

Sentralisasi konten dari repositori diperlukan agar terjadi keseragaman dalam menyediakan informasi.

Business Intelligence and Analytics

memahami kinerja bisnis, proses bisnis, pelanggan, pasar, dan karyawan merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan wawasan dari data atau informasi.

Business Performance Infrastructure

Mengadopsi platform melalui kolaborasi, komunikasi, analisis, dan sistem perusahaan dimana semuanya berkomunikasi untuk menciptakan bisnis yang lebih terintegrasi, responsif, dan tangkas.

REAL WORLD ACTIVITIES

Aplikasi Pada Perusahaan

Penggunaan teknologi informasi sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan terkemuka di dunia, seperti Google dan Amazon.com yang menggunakan media internet dalam proses bisnisnya. Pada dasarnya Google dan Amazon telah melakukan strategi yang diutarakan oleh Erik. Dengan melakukan pengukuran (measurement), maka secara umum perusahaan dapat mengetahui apa saja yang telah perusahaan lakukan dan butuhkan yang kemudian akan berlanjut pada proses uji coba (experimentation).

Google dan Amazon melakukan uji coba (experimentation) secara teratur, dalam menampilkan halaman Web-nya yang memberikan versi yang berbeda dari halaman yang sama pada saat yang sama untuk pengunjung yang berbeda. Hasil yang relevan dan kecepatan pencarian pada query, merupakan kebutuhan utama dalam proses bisnis Google dan Amazon. Dengan harapan pengunjung ataupun pelanggan dapat menerima informasi (sharing) relevan dengan kebutuhannya. Kemudian informasi tersebut akan direplikasi (replication) ke seluruh database perusahaan dan dipublikasikan melalui internet.

Selain dari keempat faktor yang telah Erik utarakan, ada faktor lainnya yang juga harus diperhatikan. Yaitu mengenai design, monitoring dan security.

Design

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang desain, penggunaan teknologi informasi khususnya aplikasi-aplikasi desain merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Karena kualitas dan kuantitas desain yang ditawarkan perusahaan harus dapat menarik perhatian pelanggannya. Google dan Amazon juga menggunakan teknologi desain agar situsnya dapat terlihat lebih menarik.

Monitoring

Teknologi informasi monitoring juga perlu menjadi perhatian. Dengan teknologi ini perusahaan dapat mengawasi aktivitas karyawan dan perusahaan itu sendiri. Salah satunya adalah penggunaan CCTV, yang memungkinkan perusahaan untuk mengawasi segala aktivitas yang terjadi baik selama jam kerja maupun di luar jam kerja. Hal ini dibutuhkan perusahaan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh perusahaan.

Security

Berikutnya adalah teknologi informasi security. Teknologi ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga informasi-informasi perusahaan yang bersifat pribadi (private) dan rahasia (confidential). Kehadiran para pembajak atau hackers merupakan hal umum yang harus segera diantisipasi oleh perusahaan. Informasi yang bersifat pribadi dan rahasia seperti data nasabah suatu bank yang meliputi nomor pin, password dan lainnya harus tetap terjaga keamanannya. Proteksi informasi harus dilakukan seketat mungkin, untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan informasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keterbatasan Teknologi Informasi

Keterbatasan teknologi informasi yang dimiliki perusahaan harus segera diatasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara berkesinambungan agar informasi dapat diolah dan dikembangkan secara up to date. Pada umumnya ada beberapa hal yang menjadi kendala bagi perusahaan dalam mengoptimalkan aset teknologi informasinya. Berikut beberapa diantaranya :

Keterbatasan Biaya

Keterbatasan biaya menjadi kendala bagi perusahaan dalam melakukan inovasi teknologi informasinya. Karena memang tidak bisa dipungkiri dalam melakukan inovasi teknologi informasi berikut perawatannya (maintenance) membutuhkan biaya yang cukup besar. Sehingga sebagian perusahaan lebih memilih memanfaatkan teknologi informasi yang sudah ada atau bahkan melakukannya secara manual. Hal ini bisa dilihat salah satunya dari aplikasi transaksi atau akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. Dimana sebagian perusahaan masih dan lebih memilih menggunakan aplikasi Microsoft Excel yang merupakan aplikasi bawaaan dari Microsoft Office dibanding menggunakan software akuntansi seperti SAP yang tergolong cukup mahal.

Keterbatasan SDM

Inovasi teknologi informasi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusianya. Keterbatasan SDM menjadi kendala bagi perusahaan dalam merealiasikan inovasi teknologinya. Karena tidak semua SDM berkompeten di bidang teknologi informasi, Oleh karena itu diperlukan adanya pelatihan, training atau bahkan perekrutan SDM yang lebih berkualitas untuk dapat mempelajari inovasi teknologi yang telah dikembangkan oleh perusahaan. Dan itu bukan merupakan hal yang mudah, dan tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar.

Revolusi Budaya

Kesadaran pentingnya teknologi informasi patut menjadi perhatian untuk menggeser budaya perusahaan yang konvensional. Keraguan perusahaan akan peran teknologi informasi menimbulkan pemikiran-pemikiran akan adanya keterbatasan biaya dan SDM dalam mengelola teknologi informasi. Karena pada dasarnya keterbatasan biaya dan SDM bisa diatasi jika perusahaan yakin investasinya di teknologi informasi bisa memberikan hasil yang cukup signifikan terhadap performa bisnisnya.

KESIMPULAN

Kehadiran teknologi informasi, mempunyai peranan yang cukup penting di dalam dunia bisnis. Perusahaan dapat meningkatkan proses bisnisnya secara signifikan. Karena segala aktivitas perusahaan dapat dikontrol jika perusahaan dapat memanfaatkan dan mengembangkan teknologi informasi dengan baik.

Kebutuhan perusahaan akan teknologi informasi, semakin berkembang dan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang harus segera diatasi. Karena setiap perusahaan mempunyai proses bisnis yang berbeda-beda, sehingga proprosi penggunaan teknologinya pun berbeda-beda. Hal ini dapat diatasi setelah segala permasalahan dan kebutuhan perusahaan dapat teridentifikasi dengan baik. Karena pada dasarnya teknologi informasi bersifat fleksibel, dalam arti teknologi informasi dapat di desain sedemikian rupa untuk menangani segala permasalahan dan kebutuhan perusahaan.

Kesadaran akan pentingnya teknologi informasi juga merupakan suatu hal yang harus diperhatikan. Revolusi inovasi diperlukan untuk menggeser cara pandang perusahaan yang tradisional. Pesatnya laju pertumbuhan kebutuhan dan permasalahan bisnis, harus segera ditangani agar perusahaan dapat menjaga dan meningkatkan performa bisnisnya. Karena pada kenyataannya, masih ada perusahaan yang kurang atau bahkan tidak yakin akan manfaat teknologi informasi. Sehingga tidak berani ambil resiko dalam berinvestasi untuk memanfaatkan, meningkatkan dan mengembangkan teknologi informasi untuk proses bisnisnya.

Rasio Penilaian

25 November 2011 Leave a comment

Rasio Profitabilitas

20 November 2011 Leave a comment

Rasio Aktivitas

15 November 2011 Leave a comment

Rasio Leverage

10 November 2011 Leave a comment

Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

5 November 2011 Leave a comment

Rasio Keuangan

1 November 2011 Leave a comment

Rasio Keuangan dapat digunakan untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan. Yang tentunya dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan bagi seorang manajer, dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaannya dari sisi akuntansi.

Metode rasio keuangan menggunakan laporan keuangan sebagai bahan analisa. Dalam menentukan rasio keuangan, dapat menggunakan satu periode laporan keuangan, dan beberapa periode untuk melihat laju kinerja perusahaan, bahkan dapat dilakukan lebih dari satu perusahaan sebagai pembanding untuk melihat sustainability perusahaan, baik dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama maupun yang tidak.

Ada berbagai macam metode rasio keuangan yang dapat digunakan, tapi secara umum kelompok utama rasio keuangan dibagi menjadi :

Read more…